"Omongannya ngaco. Mestinya disampaikan orang lain, misalnya Anas atau yang lainnya. Apa yang disampaikan hanya menunjukkan kemarahan-kemarahnya saja. SBY terlalu memaksakan diri untuk berbicara," ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin malam, 11/7).
Menurut Adhie, bukan kapasitas SBY untuk menyampaikan hal yang ecek-ecek soal Nazaruddin. Apalagi itu disampaikannya dengan menggunakan fasilitas negara. "Cikeas selama ini sering digunakan untuk mensikapi masalah-masalah kenegaraan. Harusnya SBY menggunakan kantor DPP Demokrat saja. Disana ada Paspampres, lalu acaranya menggunakan protokoler negara. Wartawan yang meliputnya pun wartawan Istana," sambung Adhie.
Hilang kendali yang terjadi pada SBY ini, kata Jurubicara Presiden Gus Dur ini, menyempurnakan kemerosotan SBY. Sebelumnya, SBY sudah tidak bisa mengendalikan pemerintahan yang dipimpinnya, lalu tidak bisa mengendalikan Demokrat, partai yang didirikannya, dan tidak bisa mengendalikan tingkat citranya.
"Buktinya, 50 persen kementeri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II kinerjanya jeblok. Citra SBY, berdasarkan beberapa survei, turun drastis. Bahkan lembaga survei luar negeri menyebut citra SBY saat ini tidak lebih dari 20 persen saja," demikian Adhie.
[dem]
BERITA TERKAIT: