Siapa yang memborong majalah tersebut?"Kita nggak tahu soal itu, yang ngeborong coba dicari tahu dulu siapa itu," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, saat dihubungi wartawan beberapa saat lalu, (Jumat, 24/6).
Sebelumnya, Direktur Marketing Majalah
Gatra, Dani Hamdani membenarkan hal tersebut
. Dia menduga majalahnya diborong kemungkinan karena berita yang dimuat. Dia memang mengakui
Gatra edisi pekan ini menginvestigasi dugaan keterlibatan petinggi Partai Demokrat dalam kasus korupsi. Memang, majalah Gatra edisi pekan ini diakuinya mengalami keterlambatan terbit.
Aksi borong majalah atau tablodi bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, Majalah
Tempo edisi "Rekening Gendut Jenderal" juga lenyap di pasaran setelah diborong orang tak dikenal. Dan satu lagi,
Tabloid Cek & Ricek edisi "Skandal Seks Wakil Rakyat" dengan foto Muhammad Nazaruddin juga lenyap di pasaran.
[zul]
BERITA TERKAIT: