Yang penting KPK sudah mengirimkannya ke alamat rumah Nazaruddin dan kantor Nazaruddin, dalam hal ini ke gedung DPR, Senayan, Jakarta.
"Lah ya enak dong kalau begitu, orang dipanggil pergi saja, mutar-mutar saja. Logikanya gimana sih, terbalik-balik. Kalau orang dipanggil, lalu tidak terima (lalu menghindar), ya enak dong. Nggak ada yang ke usut nih kasus-kasus," kata Johan Budi kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 13/6).
Hal itu dikatakan Johan saat dimintai tanggapan atas pertanyaan Jurubicara Partai Demokrat Andi Nurpati. Kemarin Andi Nurpati sedikit mempertanyakan, bagaimana kalau surat panggilan tidak sampai ke tangan yang bersangkutan, apakah itu dapat disebut sebagai panggilan pertama.
Karena Nazaruddin tak datang pada panggilan pertama Jumat lalu, KPK pun akan melayangkan surat panggilan kedua. Meski hingga kini surat itu belum dilayangkan. "Aku belum tahu," jawab Johan saat ditanyakan kapan surat panggilan kedua dilayangkan.
[zul]
BERITA TERKAIT: