"Tapi dengan dengan performa pemerintahan seperti saat ini, memang bisa sulit mencapai target," kata pengamat politik Refly Harun kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 12/6).
Refly mengatakan itu karena sejak awal pemerintahan SBY ini diperkuat oleh orang-orang yang tidak fokus untuk bekerja di pemerintahan. Mereka para menteri sibuk pada kegiatan lainnya, terutama urusan partai, termasuk SBY sendiri.
"Sebagai contoh, menteri-menteri yang ketua umum partai tersebut akan habis energinya untuk urus partai. Seperti Hatta Rajasa (PAN), Suryadharma Ali (PPP), Muhaimin Iskandar (PKB) lalu SBY sendiri Pembina Partai Demokrat," bebernya.
Menurutnya, ke depan perlu dibangun sebuah tradisi agar anggota atau ketua umum partai mundur dari jabatan bila terpilih di pemerintahan baik sebagai presiden, wakil presiden dan menteri. Agar mereka bisa fokus. Dalam konteks inilah Refly memuji PKS. Tifatul Sembiring mundur sebagai Ketua Umum PKS setelah terpilih sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.
"Begitu kader masuk di pemerintahan, langsung melepaskan jabatan. Itu menunjukkan partai itu kaderisasi lumayan baik," ucapnya.
Karena itu diakui, memang SBY sebaiknya memberi mundur dari jabatan di Partai Demokrat. Dengan begini dia memberikan contoh kepada para menterinya yang merangkap sebagai ketua umum. Ujungnya performa kinerja pemerintahan akan bertambah baik. Tapi, kalau SBY saja tidak berbuat demikian artinya masih tetap menjabat di partai, dia pesismis, para menteri akan mengundurkan diri.
[zul]
BERITA TERKAIT: