Jarak Komunikasi Maritim Harus Dipangkas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 31 Mei 2011, 19:41 WIB
Jarak Komunikasi Maritim Harus Dipangkas
bakorkamla/ist
RMOL. Jarak komunikasi atau gap antara pengguna laut dengan berbagai lembaga atau instansi yang berwenang mengawasi dan mengontrol maritim harus dipangkas. Hal itu penting dilakukan lantaran pengguna maritim seringkali dibingungkan dengan segala macam persoalan yang mereka hadapi di laut.

"Selama ini ada gap. Karenanya Bakorkamla harus menjaga komunikasi dengan komunitas maritim," ujar Konsultan Bidang Bina Pers Bakorkamla, Brigjen polisi E.H Alagan saat menjadi pembicara disela-sela Forum Discusion Group Bakorkamla, di Hotel Grand Angkasa, Medan, Sumatera Utara, (Selasa, 31/5).

Jarak antara masyarakat pengguna maritim dengan banyaknya pemangku laut, seperti Perhubungan Laut, Polair, Petugas Bea Cukai, TNI AL, Kementrian Kelautan Perikanan, Keimigrasian dan lain-lainnya, membuat segala macam persoalan di laut tak bisa cepat diselesaikan. Bahkan seringkali, persoalannya mengendap tanpa ada penyelesaian.

Penyebabnya satu, masing-masing instansi pemangku di laut saling mementingkan kepentingannya sendiri-sendiri padahal yang diurus sama.

"Banyak instansi namun kondisi perairan tidak aman-aman. Bakorkamla harus memperhatikan persatuan antar lembaga yang memangku kepentingan di laut," tutupnya.[arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA