"Selama ini ada gap. Karenanya Bakorkamla harus menjaga komunikasi dengan komunitas maritim," ujar Konsultan Bidang Bina Pers Bakorkamla, Brigjen polisi E.H Alagan saat menjadi pembicara disela-sela Forum Discusion Group Bakorkamla, di Hotel Grand Angkasa, Medan, Sumatera Utara, (Selasa, 31/5).
Jarak antara masyarakat pengguna maritim dengan banyaknya pemangku laut, seperti Perhubungan Laut, Polair, Petugas Bea Cukai, TNI AL, Kementrian Kelautan Perikanan, Keimigrasian dan lain-lainnya, membuat segala macam persoalan di laut tak bisa cepat diselesaikan. Bahkan seringkali, persoalannya mengendap tanpa ada penyelesaian.
Penyebabnya satu, masing-masing instansi pemangku di laut saling mementingkan kepentingannya sendiri-sendiri padahal yang diurus sama.
"Banyak instansi namun kondisi perairan tidak aman-aman. Bakorkamla harus memperhatikan persatuan antar lembaga yang memangku kepentingan di laut," tutupnya.
[arp]