Karena, seperti dikatakan pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 31/5), fitnah dan sejenisnya itu merupakan hal yang biasa.
Dalam konteks SMS ini lah, kepemimpinan SBY diuji.
"Dalam situasi seperti ini akan nampak sekali kredibilitas seorang pemimpin. Kalau seorang pemimpin itu dalam situasi normal, bukan ujian seorang pemimpin dengan kepemimpinannya. Tapi dalam situasi krisis itu lah nampak, bagaimana kualitas kepemimpinan seseorang. Dalam konteks ini ada heteronomi komunikasi, ketidakmampuan seorang pemimpin untuk menghadapi banyak kritik, kemudian dia melakukan reaksi yang menurut saya tidak proporsional," tuturnya.
Sejalan dengan itu, seperti yang ia sampaikan sebelumnya, untuk menanggapi SMS itu cukup jurubicara Demokrat atau Jurubicara Kepresidenan. SMS itu tak layak untuk ditanggapi seorang presiden.
[zul]
BERITA TERKAIT: