"Ya pastilah. Kita melihatnya itu begini loh. Ini ada yang namanya analisa untung rugi. Yang diuntungkan isu ini siapa. Emangnya Bambang Soesatyo? Yang diuntungkan, ya jelas Mari Pangestu dong," tegas tokoh muda keturunan Tionghoa, Justiani, dalam jumpa pers di Warung Daun di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Selasa, 24/5).
Hadir pada acara jumpa pers beberapa anggota Dewan Penyelamat Negara, seperti Saurip Kadi, Sasmito Hadinagoro, Syahganda Nainggolan, Lily Wahid, Hatta Taliwang, Justiani, Lieus Sungkarisma, Cristianto Wibisono.
"Untungnya enggak cuma itu saja (pengalihan isu Merpati). Tapi juga kemudian dia merasa mendapat simpati dari kelompok Tionghoa dan sebagainya. Salah dia, kebalik cara berfikirnya. Dia hanya memutar-mutar perasaan masyarakat Tionghoa, dengan hanya satu kata, yang mereka itu sensitif, yaitu nenek moyang. Kan gitu," tegas pemilik nama asli Liem Siok Lian ini.
Karena itu dia mendorong agar isu SARA yang dimainkan Mari Pangestu dibawa ke Mahkamah Internasional. Agar hal itu jadi pelajaran bagi pejabat publik yang lainnya untuk tidak lagi bermain-main dengan isu SARA.
"Agar jangan (pejabat publik) kemudian melakukan hal-hal yang melanggar HAM. SARA itu salah satunya adalah melanggar HAM untuk menutupi kebijakan-kebijakan yang ternyata sarat dengan kepentingan pribadi," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: