Tapi faktanya, tadi malam (Senin, 23/5), Nazaruddin resmi diberhentikan. Pemecatan Nazaruddin disampaikan oleh Sekretaris Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin. Apa tanggapan Ruhut Sitompul?
"Kastorius itu ngomong seminggu yang lalu kan? Tapi diumumkan baru tadi malam. Karena itu jangan curi
start. Kalau aku sebulan lalu sudah tahu. Kita tahu, tapi bukan bidang kita. Di kita ini tak boleh kegenitan. Aku menghormati tupoksi. Itu bukan tupoksi aku," kata Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 24/5).
Ihwal pemberhentian Nazaruddin ini, sebut Ruhut, semua petinggi Demokrat tahu, termasuk misalnya Benny K Harman. Tapi semua orang itu tahu tupoksi masing-masing. Jadi tidak ingin mendahului tupoksi Dewan Kehormatan Partai Demokrat.
Tak hanya itu, sambung Ruhut, anggota Dewan Kehormatan juga tidak bisa bicara atas nama pribadi, seperti EE Mangindaan dan Jero Wacik, yang sebelumnya juga meminta agar Nazaruddin mundur sebagai bendahara umum. Makanya, sejak awal Ruhut juga mengkritik dua menteri SBY tersebut.
Semua kader Demokrat, terang Ruhut, menerima keputusan Dewan Kehormatan tersebut. Dan hal itu juga sudah diungkapkan jauh-jauh hari sebelum Nazaruddin dipecat.
Tapi, Ruhut menjelaskan, yang diproses dewan kehormatan adalah masalah etika dan moral, bukan masalah hukum. Untuk hukum, Demokrat tetap menyerahkan kepada KPK. Meski Ruhut tak mau membeberkan pelanggaran apa yang telah dilakukan Nazaruddin.
"Itu jangan tanya ke aku. Itu Dewan Kehormatan Pak. Karena itu bukan tupoksiku. Kita jangan menganggu pekerjaan orang, nggak baik bos," elak Ruhut.
[yan]
BERITA TERKAIT: