PDI Perjuangan Trauma dengan Jumpa Pers SBY di Istana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 23 Mei 2011, 12:04 WIB
PDI Perjuangan Trauma dengan Jumpa Pers SBY di Istana
presiden sby/ist
RMOL. Sikap KPK atas laporan Ketua MK, Mahfud MD, bahwa Nazaruddin memberikan sejumlah uang kepada Sekjen MK, Janedjri M Gaffar, dipertanyakan politisi PDI Perjuangan.

Pasalnya, salah seorang pimpinan KPK, M Jasin telah mengatakan bahwa tidak ada tindakan pidana dalam dugaan gratifikasi tersebut. Padahal KPK belum melakukan pemeriksaan sama sekali.

"Apakah sikap salah seorang komisioner itu (M Jasin) merupakan sikap resmi KPK atau bagaimana," kata anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, dalam sesi tanya jawab dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi III DPR dan KPK di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 23/5).

Sejalan dengan itu, Eva prihatin atas konferensi bersama Susilo Bambang Yudhoyono dan Mahfud MD atas kasus Nazaruddin tersebut di Istana. Eva mempertanyakan, posisi SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat atau Presiden RI.

"Karena saya trauma dengan respons Istana terhadap opsi C Pansus Century yang kemudian ternyata, saya melihat menjadi penghambat psikologis bagi penyidik merespons temuan DPR," tandasnya. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA