Mahfud, mengatakan persoalan hukum yang seringkali dikomentari di gedung parlemen DPR oleh Ruhut merupakan materi mahasiswa strata satu (S1).
"Apa yang dikomentari Ruhut, komentar orang bodoh. Komentar dia (Ruhut) di DPR itu, adalah komentar anak-anak mahasiswa S1," ujar Mahfud sebelum mengisi Talk Show yang digelar media nasional, di Jakarta, Jumat lalu.
Pernyataan Mahfud menuai kecaman, terutama dari pada ormas pendukung SBY-Boediono.
"Mahfud MD menyebut Ruhut Sitompul bodoh sangat tidak elok serta tak pada tempatnya," kata anggota Dewan Kebijakan Benteng Kedaulatan,Wisnu Agung Prasetya kepada wartawan di Jakarta (Minggu, 22/5).
Apalagi, kata Wisnu, substansi yang disampaikan Ruhut adalah dalam rangka upaya pemberantasan korupsi dan mengingatkan tindakan preventif bisa dilakukan pada saat itu oleh Mahfud dengan harusnya langsung menghubungi KPK atas dugaan suap yang dilakukan M Nazaruddin.
“Yang disampaikan Ruhut masuk akal mengingat track record Mahfud memungkinkan untuk itu melakukan hal itu. Contoh kecil, pada satu kesempatan Mahfud saat menerima penghargaan yang dinilai mengandung nilai tinggi kemudian dia berinisiatif langsung lapor ke KPK, mengapa hal ini tidak dilakukannya pada dugaan suap Nasaruddin,†kata Aktivis Pergerakan 1998 ini.
Dia menambahkan, ada dua kemungkinan apa yang dikatakan Mahfud tersebut. Pertama, ada benarnya menurut perspektifnya sendiri dan rakyat Indonesia bisa dibodohi dengan retorika Mahfud.
Wisnu sendiri menilai, Ruhut justru lebih rasional dan waras serta terpenting rakyat tidak buta. Ini bukan soal kebenaran hukum tapi penerimaan seseorang terhadap kritik, dimana itu merupakan sebuah ciri dari negara demokratis.
[dry]
BERITA TERKAIT: