Tuding Ruhut Bodoh, Mahfud MD Menuai Kecaman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 22 Mei 2011, 12:12 WIB
Tuding Ruhut  Bodoh, Mahfud MD Menuai Kecaman
ruhut/ist
RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai pernyataan Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul tidak mencerminkan keahliannya sebagai orang yang mengerti hukum alias bodoh.

Mahfud, mengatakan persoalan hukum yang seringkali dikomentari di gedung parlemen DPR oleh Ruhut merupakan materi mahasiswa strata satu (S1).

"Apa yang dikomentari Ruhut, komentar orang bodoh. Komentar dia (Ruhut) di DPR itu, adalah komentar anak-anak mahasiswa S1," ujar Mahfud sebelum mengisi Talk Show yang digelar media nasional, di Jakarta, Jumat lalu.

Pernyataan Mahfud menuai kecaman, terutama dari pada ormas pendukung SBY-Boediono.

"Mahfud MD menyebut Ruhut Sitompul  bodoh sangat  tidak elok serta tak pada  tempatnya," kata anggota Dewan Kebijakan Benteng Kedaulatan,Wisnu Agung Prasetya kepada wartawan di Jakarta (Minggu, 22/5).

Apalagi, kata Wisnu, substansi yang disampaikan Ruhut adalah dalam rangka upaya pemberantasan korupsi dan mengingatkan tindakan preventif bisa dilakukan pada saat itu oleh Mahfud dengan harusnya langsung menghubungi KPK atas dugaan suap yang dilakukan M Nazaruddin.

“Yang disampaikan Ruhut masuk akal mengingat track record  Mahfud memungkinkan untuk itu melakukan hal itu. Contoh kecil, pada satu kesempatan Mahfud saat menerima penghargaan yang dinilai mengandung nilai tinggi kemudian dia berinisiatif langsung lapor ke KPK, mengapa hal ini tidak dilakukannya pada dugaan suap Nasaruddin,”  kata Aktivis Pergerakan 1998 ini.

Dia menambahkan,  ada dua kemungkinan  apa yang dikatakan Mahfud tersebut. Pertama, ada benarnya menurut perspektifnya sendiri dan rakyat Indonesia bisa dibodohi dengan retorika Mahfud.

Wisnu sendiri menilai, Ruhut justru lebih rasional dan waras serta terpenting rakyat tidak buta. Ini bukan soal kebenaran hukum tapi penerimaan seseorang terhadap kritik,  dimana  itu merupakan sebuah ciri dari negara demokratis. [dry]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA