SUAP SESMENPORA

Ma'mun Murod: Mahfud MD Tak Usah Ikut-ikutan Berpolitik!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 21 Mei 2011, 21:07 WIB
Ma'mun Murod:  Mahfud MD Tak Usah Ikut-ikutan Berpolitik<i>!</i>
mahfud md/ist
RMOL. Setelah melaporkan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin ke Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mendapat kecaman.

Ini karena Mahfud melaporkannya kepada SBY, bukan kepada KPK. Memang, dalam surat Mahfud kepada SBY yang dilayangkan pekan lalu itu, menempatkan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina, bukan sebagai presiden. Tapi, kalau Mahfud konsisten, kenapa Mahfud tidak menemui SBY di rumahnya di Cikeas atau di kantor DPP Partai Demokrat.

Sekretaris Departemen Penegakan Hukum DPP Partai Demokrat, Ma'mun Murod Al-Barbasy saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, (Sabtu, 21/5) juga memiliki pendapat yang senada. Kata Ma'mun, kenapa Mahfud baru buka mulut saat ini. Padahal kejadiannya pada tahun 2010.

"Itulah, orang awam pun paham, kalau MK mau disebut benar dan independen, kenapa tidak sejak kasus (percobaan) suap terjadi dibeberkan ke publik. Apa kalau tidak ada kasus (suap) Sesmenpora, kemudian MK tidak juga mau membeberkan soal suap (kepada Sekjen MK). Di sini independensi MK dipertanyakan. MK tidak usah ikut-ikutan bermain politiklah," ketusnya.

"Ini semakin memperkuat adanya 'sesuatu' di balik semua ini," tandas Wakil Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah ini tanpa menjelaskan lebih lanjut.
 
Kemarin, Mahfud MD melaporkan upaya pemberian uang senilai120 ribu dolar Singapura yang dilakukan Nazaruddin kepada Sekjen MK Janedjri M Ghaffar. Mahfud melaporkan ini ditengah badai kasus Sesmenpora yang juga menyeret nama Nazaruddin. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA