Sebelumnya, Menpora Andi Mallarangeng pernah mengucurkan dana ke staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Velix Vernando Wanggai dan Syaifullah Yusuf dengan menggunakan dana talangan dari pihak swasta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun
Rakyat Merdeka Online di lapangan, Kemenpora pernah mengucurkan Rp 1 miliar kepada Velix Wanggai. Dengan mengatasnamakan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Velix dalam surat permohonan bantuan dana ke pihak Kemenpora, meminta dana tersebut untuk mengundang pemain sepakbola Belanda keturunan Maluku, Giovani Van Bronchkhost dalam program Indonesia Tanah Air Beta.
"Dapat kami konfirmasikan bahwa Giovani Van Bronchkhost ingin sekali bertemu dengan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan menyampaikan hadiah secara pribadi," ujar Velix dalam surat itu.
Adapun untuk Syaifullah Yusuf dana diberikan Kemenpora sebagai dana bantuan untuk kongres Gerakan Pemuda Ansor. Kemenpora mengucurkan dana Rp 200 juta kepada Yusuf yang merupakan ketua umum GP Ansor.
Informasi ini membantah keterangan yang sudah disampaikan Menteri Andi Mallarangeng dan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Dedy Kusdinar yang mengatakan tidak ada dana talangan di Kemenpora. "Tidak ada (dana talangan)," ujar Dedy kepada
Rakyat Merdeka Online usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Kamis, 5/5).
[wid]
BERITA TERKAIT: