DPP Demokrat Tak Memahami Keinginan Dewan Kehormatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 20 Mei 2011, 10:40 WIB
DPP Demokrat Tak Memahami Keinginan Dewan Kehormatan
max sopacua/ist
RMOL. Desakan beberapa petinggi Partai Demokrat, seperi EE mangindaan dan Jero Wacik, agar Muhammad Nazaruddin mundur dari jabatan Bendahara Umum partai penguasa untuk membersihkan citra partai dianggap wajar.

"Itu wajar-wajar saja," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua di gedung DPR, Jakarta (Jumat, 20/5).

Namun, dia menekankan, desakan itu mestinya tidak hanya lewat pernyataan, tapi disertai dengan  surat keputusan dari Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat. DK dalam AD/ART memiliki hak untuk mengambil sebuah keputusan.  Namun sampai saat ini Dewan Kehormatan belum juga mengeluarkan SK tersebut.

"Sehingga kita disini juga ketika berhadapan dengan teman-teman wartawan, teman-teman fraksi lain, sulit menjawab apa yang jadi keinginan (dari DK Demokrat) gitu," tandasnya.

Karena itu sampai saat ini, pihaknya masih memegang kepada hasil investigasi yang dibentuk Fraksi Demokrat, bahwa tidak ada kader Demokrat terlibat dalam proyek pembangunan wisma atlet tersebut. Meski, dia mengakui, hasil investigasi itu tidak memliki landasan hukum. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA