"Al-Zaytun adalah pesantren yang paling megah di seluruh Indonesia. Tapi, kelahirannya sangat mengagetkan. Di tengah lahan begitu gersang, tiba-tiba berdiri sebuah pesantren yang begitu besar," kata Said di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (1/5).
Bukan itu saja, lanjutnya, pesantren yang disebut-sebut perpanjangan tangan dari gerakan Negara Islam Indonesia KW 9 ini juga seakan terpisah dengan masyarakat sekitar. Berbeda dengan pondok pesantren lain yang biasanya jadi kebanggaan warga sekitar, Al-Zaytun malah sering dikucilkan masyarakat.
"Masyarakat Indramayu tidak pernah merasa memiliki Al-Zaytun. Ini berbeda dengan pesantren Buntet dan Babakan Ciwaringan di Cirebon, atau Tebu Ireng di Jombang yang masyarakatnya sangat bangga dan ikut memiliki pondok pesantren itu," jelasnya.
Saking tertutupnya, lanjut dia, bukan hanya masyarakat, pejabat negara juga sulit masuk ke pesantren Al-Zaytun. Bahkan, Menteri Agama Mafthuh Basumi sempat sulit masuk secara langsung. "Setelah proses panjang, baru bisa masuk," terangnya.
[ade]
BERITA TERKAIT: