"Bicara berantas korupsi, saya rasa belum ada duanya kepemimpinan (SBY) dari pemimpin-pemimpin sebelumnya. Tidak ada duanya," kata Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 28/4).
Salah satu contohnya, beber Ruhut, SBY tidak pernah tebang pilih. SBY mempersilakan penegak hukum untuk mengusut siapa pun bila terjerat kasus korupsi, meskipun kader Demokrat. Bahkan, katanya, ada banyak kadernya yang dihukum tapi tidak diberitakan. Jadi seolah-olah yang dihukum itu kader partai lain.
"Semua ditindak. Pak SBY lah Presiden yang tak pernah intervensi lembaga-lembaga hukum. Coba lihat presiden sebelumnya. Ini kan fakta. Terakhir Agusrin Nazamuddin (kader Demokrat, Gubernur Bengkulu) kan kena juga," tegasnya.
Ruhut juga membantah bahwa kasus suap di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Termasuk tudingan bahwa Rosa, broker kasus tersebut, adalah orang dekat Nazaruddin, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Ruhut pun menyangkal keras.
[zul]
BERITA TERKAIT: