"Nasdem tetap menjadi sebuah Ormas yang menjadi rumah bersama, titik temu semua potensi bangsa. (Anggota) Nasdem ada di semua partai politik, Ormas, dan LSM. Jadi sebuah Ormas, Nasdem tidak pernah menjadi partai dan berafiliasi dengan partai," kata Wakil Sekjen DPP Nasdem Melki Laka Lena kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 25/4).
Melki menjelaskan, saat ini Nasdem tetap menjadi tempat berhimpun semua potensi anak bangsa yang berasal dari berbagai unsur politik. Misalnya, Budiman Sudjatmiko dari PDI Perjuangan; Akbar Faizal dari Fraksi Hanura; Didik J Rachbini dari PAN; Siswono Yudohusodo dari Golkar; dan lain sebagainya.
Dia mengatakan, gerakan pendaftaran Nasional Demokrat sebagai partai merupakan gerakan orang per orang. Dan dia memastikan logo yang dipakai juga tidak sama, tapi mungkin hanya mirip.
Apakah berarti itu sebagai gerakan liar?"Itu silakan kawan-kawan wartawan yang menilai. Tapi jangan dikait-kaitkan Nasdem dengan partai. Karena ini juga menyangkut pertaruhan karir anggota Nasdem. Karena di Nasdem ada banyak PNS," terang Melki.
Melki menjelaskan, Pegawai Negeri Sipil tidak boleh aktif di partai politik. Dia menguraikan Ketua Umum Nasdem Kalimantan Timur; Ketua Umum Nasdem Maluku Utara; dan Ketua Umum Nasdem Papua Barat adalah beberapa anggota Nasdem yang berprofesi sebagai PNS.
Lalu apa yang dilakukan Nasdem setelah mengetahui ada orang yang mendaftarkannya sebagai partai?"Kami akan tetap menjaga dan menjadi rumah bersama, milik semua komponen anak bangsa, ada di semua partai, ormas, LSM dan juga kampus," jawabnya diplomatis.
[zul]