"Ini harus menjadi bahan introspeksi buat partai. Pada saat kader-kadernya tidak dimaksimalkan perannya, mereka bisa sangat mudah pindah partai. Pertanyaannya apakah partai sendiri sudah betul-betul melakukan proses kaderisasi yang benar dan memfungsikan kader-kader itu sesuai dengan peran dan minat mereka," kata mantan Wakil Sekjen DPP PAN Abdurrohim Ghazali kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 23/4).
Menurutnya, sepanjang partai tidak menempatkan kadernya sesuai dengan bakat' dan minat keinginan mereka, sepanjang itu pula fenomena kader lompat partai itu akan kerap terjadi. Saat ditanya, apakah kepindahan Dede Yusuf itu karena tidak berikan peran atau karena faktor Dede memiliki ambisi lain, dia menjawab, "Ya itu karena (ada faktor) dua-duanya."
Namun, mantan Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini sendiri menyesalkan Dede Yusuf meninggalkan partai yang telah membesarkannya itu. Tapi, kata Rohim, itu merupakan hak asasi Dede Yusuf dalam menentukan ke partai mana dia akan berafiliasi.
Sebelumnya, Ketua DPP PAN Bidang Komunikasi Politik, Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Hatta Rajasa mengakomodir semua kader. Dia membantah, ada kader yang ditelantarkan.
[zul]
BERITA TERKAIT: