"Harus dijelaskan ke Marwan, (Ikhwanul Muballighin) itu dengan PPP. Tapi pada Pemilihan Umum 2004, dia itu memisahkan diri dari PPP. Kemudian dia independen," jelas Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 20/4).
Ikhwanul Muballighin berpisah dari PPP karena perbedaan persepsi tentang calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung pada waktu itu. Ikhwanul Muballighin, terang Jafar, pada pemilihan presiden 2004 mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
"Nah, pada kongres kedua ini (baru bergabung dengan Demokrat). (Sebenarnya) sudah lama mau bergabung. Tapi kan harus melalui Kongres. Dari hasil keputusan itu dinyatakan bergabung dengan Partai Demokrat," terangnya.
Ikhwanul Muballighin menggelar kongres pada akhir pekan lalu (Sabtu-Minggu 16-17/4) di asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Hadir pada acara itu, jelasnya, sekitar 600 kiyai dan pengasuh pondok pesantren. Karena Ikhwanul Muballighin tersebar di 23 provinsi dan 200 kabupaten/kota.
Apa yang dikatakan Jafar di atas sudah diakui Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB. Marwan menjelaskan bahwa Ikhwanul Muballighin, bukan sayap partainya. Meski ketua umum Ikhwanul Muballighin adalah anggota Dewan Syuro PKB, Mujib Khudori.
[zul]
BERITA TERKAIT: