"Itu tidak betul. Tidak ada itu. Tidak ada transaksional seperti itu. Sangat naiflah kalau sampai seperti itu," tegas Jafar saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 20/4).
Ikhwanul Muballighin, yang merupakan kumpulan para kiyai dan pengasuh pondok pesantren ini bergabung dengan Partai Demokrat karena berdasarkan adanya kesamaan platform. Ikhwanul Muballighin, sebut Jafar bergabung dengan partainya karena merasa perlu memiliki
partner yang bisa bekerja sama dalam mengembangkan dakwahnya.
Karena, Partai Demokrat merupakan partai tengah, yang tidak terlalu ke kiri dan sebaliknya tidak terlalu ke kanan.
"Jadi apa yang dikatakan Marwan itu tidak betul. Ini organsasi bukan orang yang dengan mudah begitu. Jadi harus berbicara dengan idealisme, vision ke depan.
Itu sangat-sangat tidak betul. Apalagi kalau mengatakan muballigh, ustadz, itu sebagai abal-abal," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: