RMOL. Jamaah Ansharut Tauhid mengingatkan semua pihak untuk tidak selalu mendikreditkan Islam dan kaum muslimin. Karena hal itu justru akan menjerumuskan bangsa ini ke dalam jurang penderitaan yang lebih dalam sehingga akan sulit keluar.
Demikian dikatakan Jurubicara JAT, Abdul Rohim Ba’asyir, dalam siaran pers pagi ini (Senin, 18/4). Dia menanggapi aksi bom bunuh diri yang terjadi di masjid Mapolresta, Cirebon, Jumat lalu. Karena dia menduga, aksi itu hanya untuk mendiskreditkan umat Islam.
"Tanda-tanda kegagalan bangsa dan pemerintahan ini dalam menyelesaikan masalah-masalahnya sudah semakin nyata. Marilah sama kita bertaubat dan memohon ampun kepada Alloh Azza wa Jalla serta kembali kepada dinul Islam agar dengan izin dan kuasa-Nya bangsa dan negeri ini dapat menjadi bangsa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghaffur," terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pejabat pemerintah dan pihak keamanan mestinya melihat berbagai bencana yang terjadi, baik berupa bencana yang diakibatkan gejala alam, disintegrasi sosial, dekadensi moral hingga serangan-serangan bom semacam itu, bukanlah bagian yang terpisah-pisah lalu kemudian dengan kalap melakukan sesuatu tindakan stigmatisasi bahwa Islam dan kaum muslimin sebagai sumber masalah.
"Justru, seharusnya mereka harus menjadikan Islam dan Kaum Muslimin sebagai problem solver bagi segala kerumitan masalah-masalah tersebut," ungkapnya.
Dan atas segala musibah itu, tambahnya, pemerintah dengan aparat keamanannya mesti melakukan interospeksi diri dan bertaubat kepada Allah SWT serta berhenti dari segala kejahatannya yang secara terus menerus menghalang-halangi bahkan mengintimidasi para ulama dan aktivis pejuang syari’at Islam. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.