BOM BUKU

Hanya untuk Alihkan Isu, Tak Mungkin Polisi Bisa Temukan Siapa Pelakunya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 14 April 2011, 07:58 WIB
Hanya untuk Alihkan Isu, Tak Mungkin Polisi Bisa Temukan Siapa Pelakunya
ilustrasi/ist
RMOL. Kepolisian diyakini tidak akan bisa menemukan siapa pelaku dan dalang pengirim bom lewat paket buku ke beberapa tempat di Jakarta. Meski kejadiannya sudah sekitar sebulan, tepatnya pada 15 Maret 2010 lalu.

"Memang tidak akan ketemu," kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Politisi Golkar ini menandaskan keyakinannya itu karena patut diduga kasus bom buku itu adalah rekayasa. Rekayasa itu dimaksudkan untuk mengalihkan masyarakat dari isu penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhyono seperti yang dibocorkan WikiLeaks dari data kabel diplomatik Amerika Serikat dan dimuat dua media Australia, pada Jumat (11/3) sebulan lalu.

Dari sekian banyak tempat yang dikirimi benda mencurigakan, hanya empat tempat yang positif berisi bom. Keempat tempat itu adalah Kantor Berita Radio 68-H di Utan Kayu, Kantor Badan Narkotika Nasional, rumah Ketua Umum Partai Patriot Japto Surjosumarmo, serta di rumah musisi Ahmad Dhani. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA