"Bagaimana bisa dibilang lambat kalau sejak hari pertama pembajakan pemerintah sudah bertindak?" tegas Jurubicara Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, balik mempertanyakan saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Dia mengatakan itu karena sejak awal kejadian, Presiden SBY sudah mengintruksikan kepada jajarannya untuk mengambil langkah penyelamatan.
Proses pembebasan diakui tidak mudah. Karena fakta di lapangan saat ini, ungkap mantan Jurubicara Kementerian Luar Negeri ini tingkat kesulitan pembebasan kasus pembajakan di Somalia cukup tinggi dan isnya kompleks.
"Sampai saat ini terdapat lebih dari 40 kapal yang masih di bajak dari berbagai bendera negara, termasuk Italia. Ada yang sudah setahun masih belum tuntas penyelesaiannya dan jumlah ABK yang disandera sekitar 500-an orang," urainya.
Selain itu, masih katanya, sebelumnya juga ada tiga kasus kapal yang disandera oleh perompak dengan anak buah kapal dari warga negara Indonesia dan pemerintah berhasil membebaskannya. Pembebasan itu memerlukan waktu sekitar 6 bulan.
"Intinya jangan terlalu cepat menghakimi (pemerintah lambat)," tegas Teuku.
[zul]
BERITA TERKAIT: