Sore tadi (Minggu, 30/1),
Rakyat Merdeka Online mencoba menyambangi kediamannya di Jalan Sriwijaya Raya No. 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah dua lantai itu seperti tanpa penghuni. Sepi, sunyi seperti tidak ada aktivitas apapun di dalamnya. Gordeng-godeng jendelanya juga terlihat tertutup.
Yang terlihat hanya ada seorang petugas keamanan yang sedang berjaga di pos samping gerbang. Namun begitu, di rumah bercat putih ini banyak sekali kendaraan. Di halaman dan garasinya setidaknya ada lima mobil, dua sepeda motor dan satu sepeda mini.
Apakah Miranda ada di dalam rumah? "Ibu nggak ada. Tadi sudah berangkat pagi-pagi sekali dan sekarang belum pulang," kata Heriyanto (49), petugas keamanan rumah perempuan yang suka mengecat rambutnya dengan warna merah itu.
Lalu kendaraan siapa itu? Yanto mengatakan, mobil-mobil itu biasanya digunakan anak-anak Miranda. Tapi, saat ini mereka tidak ada di rumah itu, sudah punya rumah masing-masing. "Anak Ibu ada dua. Tapi mereka semua sudah berkeluarga dan punya rumah sendiri," terangnya.
Yanto mengatakan, Miranda memang biasa keluar rumah tiap hari. Tapi kalau tidak sedang tidak di luar kota, Miranda selalu pulang ke rumah tersebut. Sebab, di Jakarta, rumah Miranda hanya itu.
Setiap berangkat, biasanya Miranda keluar dengan suaminya, Oloan Siahaan. "Ya, tadi juga berangkat bersama Bapak. Memang, biasanya berangkat bareng-bareng," tambahnya.
Saat ditanya mengenai kondisi Miranda akhir-akhir ini, tiba-tiba telepon di pos penjagaan berdering. Yanto pun bergegas menganggangkatnya. Setelah berbicara sekitar 30 detik, Yanto kembali menghampiri
Rakyat Merdeka Online. Tapi, bukan untuk melanjutkan keterangan, Yanto justru malah meminta tidak lagi mengorek berita dari dirinya. "Sudah ya, saya nggak enak bicara banyak-banyak. Sudah ya, saya dipanggil nih sama orang dalam," katanya.
Dipanggil siapa? Miranda kah? Yanto tidak menjawab. Dia hanya tersenyum dan bergegas masuk dalam rumah.
Beberapa menit kemudian, Yanto terlihat keluar rumah dan masuk ke pos penjagaan lagi. Namun, saat
Rakyat Merdeka Online mencoba mewawancari lagi, Yanto malah bersembunyi di balik tembok pos.
Purwoto (38), petugas keamanan di rumah seberang Miranda mengatakan, sebulan terakhir rumah Miranda memang selalu sepi. Hampir tidak pernah ada tamu yang menyambangi rumah itu. Mobil yang keluar masuk pun hanya mobil pribadi Miranda dan para anak-anaknya.
"Setiap hari memang seperti itu. Sepengetahuan saya, nggak pernah ada tamu datang," jelasnya.
Selain itu, lanjut Purwanto, keluarga Miranda sangat tertutup. Bahkan, para pembantu dan petugas keamanannya juga jarang sekali bergaul dengan sesama di komplek tersebut.
“Mereka nggak pernah nongkrong seperti ini. Mereka selalu di dalam rumah,†tandasnya.
Seorang pedagang kaki lima di sekitar komplek rumah Miranda yang tidak mau disebut namanya mengatakan, sejak awal pindah ke rumah itu sekitar dua bulan lalu, Miranda tidak pernah melihatkan wajahnya di depan umum. Saat pulang ataupun pergi, hanya mobilnya saja yang terlihat.
"Biasanya kalau hari Minggu orang-orang di kompleknya ini suka lari-lari. Tapi, saya tidak pernah melihat Ibu Miranda," kata lelaki paruh baya ini.
Pria ini selalu nongkrong menjajakan barang dagangannya di perempatan samping rumah Miranda yang berjarak sekitar 30 meteran. "Tiap hari saya mangkal di sini. Tapi tidak penah melihat bagaimana wajah Ibu Miranda," tandasnya.
[zul]