"Negeri ini benar-benar dikuasai para mafioso," tegasnya kepada wartawan di kantor kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat malam ini (Rabu, 5/1).
Kader PPP ini tidak sepakat Gayus disebut melakukan pemalsuan paspor, sehingga bebas keluyuran ke beberapa negara, yang mestinya mendekam di Rutan Mako Brimob Kelapa dua Depok.
"Ini bukan sekadar pemalsuan yang dilakukan Gayus. Kalimat pemalsuan itu mereduksi, sebenarnya ini kejahatan terhadap simbol negara. Itu dalam bentuk pemalsuan dokumen negara. Persoalan ini tidak mungkin melibatkan hanya satu orang, tapi melibatkan banyak orang," tambah Yani.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.