Namun, meski hanya inisiatif individu, Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basyarah memahami langkah komunikasi politik yang dibangun Ketua MPR itu.
"Meski bukan sebagai pengurus partai, tapi kan Pak TK senior partai, pendiri PDIP yang tentu dia tahu roh ideologi partai," ujar Basyarah kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 30/12).
"Tapi tentu saja gagasan-gasagan Pak TK itu akan menjadi bahan bagi partai untuk dirapatkan dalam forum yang secara konstitusional telah diatur dalam mekanisme partai. Tentu saja nanti diambil lewat mekanisme partai yang ada. Kita akan putuskan itu menjelang Pemilu nanti dalam sebuah rapat nasional," sambung anggota Komisi III DPR ini.
Namun meski begitu, dia mengatakan PDI Perjuangan tetap akan mengajak partai lain bergabung. Tapi tentu berdasarkan kesepahaman membangun negeri ini berdasarkan empat pilar tersebut. Karena itu, PDI Perjuangan sedang mengkaji partai mana yang akan diajak bersama.
"Karena ada partai yang sungguh-sungguh menjadikan empat pilar itu sebagai jati diri partainya, ada juga yang sekadar manipulasi politik. Nanti kita lihat mana emas mana loyang. Partai politik yang nasionalis sejati mana yang gadungan, kan kelihatan nanti. Ini masih sedang dikaji terus," demikian dia menandaskan.
[zul]