"Ya kalau dalam politik hal seperti itu bisa saja terjadi. Yang pada saat ini mungkin kita tidak punya pandangan, pendapat yang sama, bisa saja dalam dua-tiga tahun ke depan memiliki pandangan yang sama. Karena mungkin ada juga kepentingan yang sama. Dalam politik itu, nuansa kepentingan itu sangat besar. Jadi kemungkinan itu bisa saja nanti Demokrat PDIP, itu sama-sama pada tahun 2014," ujar Akbar Tanjung kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin.
Meski begitu, dia menilai yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana para pemimpin nasional dan elit politik lebih memfokuskan pada tugas-tugas nasional dengan melakukan perbaikan-perbaikan dalam kehidupan berbangsa dan negara.
"Pemilu 2014 itu memang penting, tapi saya fikir yang sekarang ini menurut saya jauh lebih penting manakala kita berbicara mengenai masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Semua para elit nasinal dan pemimpin, tokoh-tokoh politik, kiranya bisa memfokuskan pada tugas dalam mensejahterakan rakyat kita," kata Akbar lagi.
Sedangkan dalam bidang politik, lanjut Akbar, saat ini yang lebih tepat untuk dilakukan secara bersama-sama adalah menyelesaikan pembahasan rancangan undang undang bidang politik. RUU ini harus diseriusi agar betul-betul mampu memberikan dukungan terciptanya sistem politik, sehingga menghasilkan perbaikan-perbaikan yang lebih baik ke depan.
"Kita mengharapkan partai-partai kita itu kuat secara kelembagaan. Dengan adanya kelembagaan yang semakin kuat, partai-partai itu akan mampu menjalankan fungsi-fungsinya sebagai partai politik. Terutama fungsi partisipai politik yang menjembatani rakyat dengan negara," imbuh Akbar.
Meski PDI Perjuangan dan Partai Demokrat sudah mulai merapatkan barisan, Akbar menilai hal itu tidak akan menganggu hubungan sesama partai yang ada di Sekretariat Gabungan partai pendukung pemerintah.
"Itukan masih belum merupakan satu kesepakatan yang formal. Jadi kemungkinan-kemungkinan yang dikatakan oleh Pak Taufik Kiemas itu bisa saja terjadi tahun 2014. Tapi kan masih ada tiga tahun lagi," demikian Akbar
. [zul]
BERITA TERKAIT: