Sedianya, pemeriksaan terhadap Nunun akan dilaksanakan hari ini. Tapi, untuk keenam kalinya pula Nunun mangkir. Wakil Ketua KPK, Muhammad Jasin, mengaku sudah kehabisan cara untuk bisa menghadirkan Nunun dalam pemeriksaan.
"Kalau Nunun tidak datang juga (hari ini) akan dirapatkan dengan pimpinan," jelasnya kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (8/12).
Soal strategi apa yang akan diterapkan KPK untuk dapat menyeret Nunun, Jasin menyerahkannya pada tim bentukan KPK yang bertugas untuk melacak keberadaan Nunun.
"Kalau masalah teknis itu tim kita yang ahli, tidak bisa dibocorkan ke media massa. Nanti kita lihat perkembangan dari tim orangnya dimana," jelasnya.
Nunun Nurbaeti Daradjatun diduga menjadi perantara aliran 480 cek perjalanan ke DPR dalam pemilihan DGS BI 2004 yang dimenangkan Miranda Goeltom. Kala itu ia menjabat sebagai Direktur PT Wahana Esa Sembada (PT Sembada) dan PT Wahana Esa Sejati (PT Sejati).
Pada Agustus lalu, KPK mengaku sudah mengirimkan tim ke Singapura mengecek keberadaan Nunun Nurbaeti yang mengaku mendapat perawatan medis, karena penyakit lupa berat. Tapi, Jurubicara KPK mengatakan pengecekan di Singapura tidak menemukan Nunun.
Kuasa hukum Nunun, Ina Rahman, ketika dihubungi wartawan di Jakarta (Kamis, 25/11) mengklaim, bahwa kondisinya kesehatan Nunun semakin buruk. Namun, Ina tidak menyebutkan dimana keberadaan kliennya itu saat ini.
[ald]