Hal ini terkait dengan pemberitaan
Suara Islam yang menyebutkan Buya Syafii menerima apartemen mewah senilai Rp 2 miliar dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.
"Saya tanya ke Buya apakah ada yang minta wawancara tidak ada. Memang ada wawancara yang ditolak, tapi kalau mau wawancara soal suap-menyuap, pasti tidak ada. Buya tidak pernah dikonfirmasi," tegas mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadyah ini.
Saat dikonfirmasi hal tersebut, pihak tabloid
Suara Islam enggan untuk menjawabnya.
Suara Islam akan membeberkan soal berita itu dan menjawab jumpa pers Buya Syafii hari ini, pada besok hari.
"Nggak apa-apa, besok kami jawab. Besok kami konferensi pers. Kami jawab dengan konferensi pers. Sabar ya, malam ini kami rapat dulu. Tapi yang pasti itu tidak ada masalah. Ini cuman ini ajalah, nggak ada yang istimewa lah," ujar kuasa hukum Suara Islam Munarman kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 8/12).
[zul]