Meski, diakui bahwa
Suara Islam merupakan media kecil bila dibandingkan dengan majalah Islam lainnya, seperti
Sabili atau pun
Hidayatullah.Namun, seperti dijelaskan Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Rija Ul Haq, pembaca
Suara Islam segmented. Tak pelak, Buya Syafii banjir SMS yang mempertanyakan kebenaran isi berita tersebut.
"Memang ada kawan kawan yang mengatakan jangan terlalu dibesar-besarkan. Tapi yang membikin Buya marah, ini soal integritas," ujarnya saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 8/12).
Buya Syafii rencananya mengadukan
Suara Islam ke Dewan Pers agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Karena Buya Syafii tetap menghormati UU Pers dengan tidak mau mengkriminalisasi pers.
"Buya Syafii hanya meminta
(Suara Islam) meralat dan meminta maaf. Tapi jika tidak mau mengindahkan, tidak tertutup akan dituntut secara pidana ke Kepolisian," tegas dia sambil mengatakan untuk soal gugatan ini Buya Syafii mempercayakan kepada kuasa hukumnya, Todung Mulya Lubis.
[zul]