Pertama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan penjelasan panjang lebar pada Kamis lalu. Dan pada saat yang sama Sri Sultan HB X juga enggan untuk berkomentar lagi soal polemik Keistimewaan Jogjakarta tersebut.
Kedua, lanjutnya, Presiden SBY dan Sultan telah dua kali menggelar pertemuan. Pertama pada Kamis malam lalu, saat SBY memberikan penghargaan tentang pendidikan kepada Sultan. Kedua, pada Jumatnya, SBY memberikan penghargaan kepada Sultan tentang pangan.
"Jadi menurut saya persoalannya sudah selesai," ujar pemilik nama asli Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo ini kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 6/12),
Karena itu, dia meminta kepada semua pihak untuk berhenti berkomentar yang bisa memperkeruh dan memanaskan suasana.
"Tidak perlu yang lain mempermasalahkan. Biarkan pemerintah menyelesaikan tugasnya menyiapkan draf RUU Keistimewaan Jogjakarta dan kemudian nanti DPR Komisi II yang akan menggodok bagaimana sebaiknya untuk Jogja," ujar kerabat Paku Alam ini.
[zul]