Gerindra: Kalau Mau Jadi Gubernur, Sultan Harus Lepas Baju Partai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 05 Desember 2010, 09:32 WIB
Gerindra: Kalau Mau Jadi Gubernur, Sultan Harus Lepas Baju Partai
RMOL. Partai Gerakan Indonesia Raya tidak sepakat dengan draft yang diusulkan pemerintah soal Rancangan Undang Undang Keistimewaan Jogjakarta terkait dengan tata cara pemilihan Gubernur DI Jogjakarta.

Gerindra tetap menginginkan Sri Sultan Hemengku Bowono X dan Paku Alam VIII langsung ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DI Jogjakarta.

"Kami sepakat langsung ditetapkan," ujar Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 5/12).

Namun, bila Sultan kembali jadi Gubernur dengan cara ditetapkan, menurutnya, Sultan harus melepaskan baju partai yang selama ini dipakainya. Tak hanya itu, lanjut anggota Komisi I DPR ini, Sultan juga tidak bisa menggunakan kekuasannya untuk membesarkan partai politik tertentu.

"Bukan hanya melepas partai, tapi dia harus berdiri di atas semua golongan dan partai-partai politik," tegas dia.

Seperti diketahui, sampat saat ini Sultan masih tercatat sebagai politisi Partai Golkar dan termasuk yang membidangi lahirnya Organisasi Kemasyarakatan Nasional Demokrat. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA