Namun, kabar terbaru lewat sumber diplomatik, pers dan jaringan ekspatriat asing, beredar kabar bahwa eksekutif Boeing melakukan presentasi untuk menawarkan pesawat Kepresidenan sekelas Air Force One senilai US$ 350 juta atau Rp 3,15 triliun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Informasi ini ditanggapi secara keras oleh Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli. Kepada
Rakyat Merdeka Online, hari ini (Sabtu, 4/12), Rizal mengatakan, hal itu terlalu berlebihan. "Rencana Presiden SBY untuk membeli pesawat Kepresidenan sekelas Air Force One milik Presiden Amerika senilai Rp 3,15 trilliun adalah prilaku jor-joran, pemborosan dan megalomaniak," kata Rizal.
Rizal mengatakan, pembelian pesawat Kepresidenan dengan seharga US$ 100 juta saja, sebetulnya sudah bagus. Sehingga, Presiden tidak perlu membawa staf dan rombongan yang gemuk.
"Tidak perlu membawa banyak staf dan rombongan Presiden bisa lebih effisien," ujarnya.
[kgi]
BERITA TERKAIT: