Hal itu dikemukakan Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Rendra Valentino kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 30/11).
Untuk tahun ini, dia belum bisa memastikan apakah gerakan mahasiwa akan semasif tahun lalu. Mestinya, menurutnya, gerakan mahasiswa harus lebih besar. Karena ada banyak korupsi yang saat ini menjadi sorotan publik. Seperti penuntasan kasus Century, mafia pajak,
initial public offering (IPO) PT Krakatau Steel.
Namun, dia menengarai, karena banyak isu, mahasiswa jadi sulit untuk menentukan sikap mana yang akan difokuskan. Sehingga saat ini mahasiwa belum ada satu kesepakatan di antara pimpinan organisasi mahasiwa apakah turun bersama atau tidak. "Ada yang memandang (sebuah kasus) dari atas, ada yang bawah. Jadi sulit sekali menyamakan isu atau nadanya," akunya.
Namun dia memastikan, GMNI akan turun aksi pada hari anti korupsi dan itu akunya lagi sudah menjadi kewajiban GMNI untuk menyoroti kasus-kasus kebangsaan dan korupsi. GMNI tetap menuntut penuntasan kasus Bank Century, dan kasus yang terindikasi korupsi lainnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: