Apresiasi itu diutarakan nggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 12/11). Namun, Sudding mengingatkan, Kepolisian tidak hanya sampai disitu. Kepolisian juga harus mengusut dugaan kepergian Gayus ke Bali menonton pertandingan tenis.
Terkait dengan dugaan kepergian Gayus ke Bali ini, politisi Hanura ini mengungkapkan, Kepolisian harus juga mengusut keterlibatan petinggi di Mabes Polri. Hal ini untuk mengetahui, apakah sembilan petugas Rutan itu mengijinkan Gayus keluar karena ada perintah dari atasan. "Jadi jangan hanya disimplipikasi hanya soal Gayus keluar Rutan saja," tegasnya.
Selain itu, Sudding menambahkan, Kepolisian juga harus mengusut dugaan keterlibatan Kapolri-kapolri swasta yang boleh jadi mempunyai andil Gayus bisa keluar dan menonton pertandingan di Bali. Apalagi disebut-sebut, ujar Sudding, Gayus bertemu dengan seorang penguasa.
"Saya tidak mau menyebut nama orang per orang. Tapi hal itu harus ditelusuri dan dibongkar oleh Kapolri. Karena boleh jadi ada pertemuan dan kesepakatan, mengingat Gayus juga sedang didakwa kasus penggelapan pajak sebuah perusahaan," imbuh Sudding.
[zul]