GAYUS KELUAR RUTAN

IPW Curiga Jenderal Timur Dipotong dari Dalam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 09 November 2010, 09:14 WIB
IPW Curiga Jenderal Timur Dipotong dari Dalam
ito sumardi/ist
RMOL. Ihwal terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan yang keluar dari Rumah Tahanan Brimob Kelapa Dua Depok terus menuai perdebatan.

Keluarnya Gayus, yang awalnya untuk kepentingan berobat, tapi ternyata juga sempat pulang ke rumah mewahnya di kelapa Gading, Jakarta Timur, dinilai sebagai upaya pembusukan terhadap Kapolri baru, Jenderal Timur Pradopo.

Adalah Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane yang mensinyalir hal tersebut.

"Kasus pengeluaran Gayus dari rutan merupakan pembusukan terhadap Kapolri baru. Untuk itu, Timur harus mengevaluasi terhadap Bareskrim dan mengganti Kabareskrim (Komjen Ito Sumardi)," ujar Neta kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 9/11).

Selain itu, Neta menjelaskan, keberadaan Rutan Brimob Kelapa Dua juga harus dievaluasi. Karena selama ini keberadaan Rutan ini sangat eksklusif dan sulit dikontrol.

"IPW berharap rutan brimob hanya untuk polisi bermasalah saja. Sedangkan, tahanan lain harus dipindahkan ke rutan Polda agar mudah diawasi pers," demikian Neta menyarankan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA