Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsyah mengkritik keputusan Presiden SBY. Dia mengatakan, sebagai kepala rumah tangga Indonesia, mestinya Presiden SBY tetap berada di Indonesia karena warganya sedang terkena musibah.
"Presiden tidak boleh meninggalkan Indonesia. Dia harus berada di tengah warga yang sedang terkena musibah. Ini baru ke Mentawai, belum lagi korban Merapi. Dan Wasior juga belum tuntas. Keberadaan dia di Indonesia sangat penting, sebagai pengambil kebijakan, tidak cukup hanya diwakilkan ke menteri," kata Iberamsyah kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 29/10).
Iberamsyah ingin Presiden SBY meniru Presiden Chile Sebastian Pinera. Sebastian Pinera tidak mau bergegas meninggalkan lokasi penarikan 33 penambang yang berada di perut bumi.
"Harusnya ditiru Presiden Chile. Kalau hanya mengunjungi korban sebentar, itu tak ubahnya menghadiri pesta perkawinan. Datang, salaman, ramah-tamah bentar lalu pulang. Mungkin makan-makan sedikit. Mestinya kan tidak seperti itu ini korban," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: