TSUNAMI MENTAWAI

122 Tewas Diseret Ombak, 502 Hilang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 27 Oktober 2010, 09:34 WIB
122 Tewas Diseret Ombak, 502 Hilang
ilustrasi/ist
RMOL. Korban gelombang tsunami yang melanda kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Senin malam terus bertambah.

Seperti dikutip dari JPNN, hingga tadi malam, komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan lokasi bencana masih terputus-putus. Laporan sementara menyebutkan, kondisi Kepulauan Mentawai sangat memprihatinkan.

Hingga kini, sebanyak 112 orang dikabarkan tewas terseret gelombang dan sekitar 502 warga hilang.

"Sebanyak 112 warga tewas berasal dari tiga kecamatan di kepulauan Mentawai. 502 orang masih belum ditemukan," tulis notulensi rapat koordinasi penanggulangan gempa dan tsunami Mentawai yang dikutip keterangan pers BNPB.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memipin rapat hingga tadi malam di Kota Padang. Turut hadir dalam pertemuan itu adalah Bupati Mentawai, Edison.

Dari rapat tersebut diketahui, kondisi masyarakat di Kepulauan Mentawai khususnya di Pagai Utara dan Pagai Selatan sangat memprihatinkan. Mereka sudah kehabisan stok makanan karena stok yang ada di rumah dan di warung lenyap dibawa gelombang tsunami.

"Untuk menyambung hidup, mereka harus makan ubi, talas, dan dedaunan. Mereka juga butuh kantung mayat," tulis keterangan itu. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA