"Saya sama sekali tidak pernah mengatakan itu. Bukan posisi kami untuk mengganti (menteri) atau tidak. Itu hak Presiden. Saya hanya berbicara soal kondisi pers pada zaman orde baru dan saat ini," tegas Bara kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 20/10).
Soal isu pemerintah mengintervensi penayanganan investigasi
SCTV tentang dugaan adanya praktik bisnis seks di penjara, Bara menegaskan, tadi pagi Patrialis Akbar juga sudah menjelaskan di Dewan Pers. Patrialis dengan tegas membantah telah mengintervensi tayangan tersebut.
Sebelumnya diberitakan
, politisi muda ini diberitakan mengeluarkan pernyataannya bahwa PAN terkesan akan mempertimbangkan untuk menarik Patrialis dari kursi menteri hukum dan HAM terkait isu pelarangan itu.
"Meski akhirnya ada tekanan-tekanan dari pihak pemerintah. Tekanan pemerintah itu juga bisa langsung diungkapkan oleh media. Dan itu bisa jadi masukan bagi kami (PAN) untuk melakukan pergantian (Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar) yang lebih baik," tandas Bara tanpa memerinci lebih lanjut.
[zul]
BERITA TERKAIT: