RESHUFFLE KIB II

SBY Semakin Sulit Diprediksi Pengamat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 18 Oktober 2010, 08:53 WIB
SBY Semakin Sulit Diprediksi Pengamat
presiden sby/ist
RMOL. Keputusan apa yang akan diambil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak bisa diprediksi. Pasalnya, Presiden kerap melakukan hal-hal yang di luar dugaan.

Hal itu dikatakan pengamat Abdul Rahim Ghazali terkait kemungkinan menteri-menteri dari Partai Keadilan Sejahtera akan diganti Presiden dengan kader Gerindra di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Mengingat, pada acara perayaan Hari  Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat tadi malam, Presiden PKS Luthfi Ishaq tak hadir. Sedangkan Ketua Umum Gerindra Suhardi tampak bersama ketua umum partai politik partai mitra koalisi.

"Belum tentu. Akhir-akhir ini SBY banyak melakukan hal-hal yang di luar dugaan," ujar Rohim kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 18/10).

Rohim mengingatkan dua hal yang dilakukan SBY yang tak terprediksi oleh publik sebelumnya. Yaitu, pengajuan Komjen Timur Pradopo sebagai calon Kapolri dan pembatalan secara mendadak kunjungan kenegaraan ke Belanda pada awal bulan ini.

Rohim menilai, direshuffle atau tidak kader-kader PKS yang ada di pemerintahan saat ini sangat tergantung pada keberhasilan partai demopkrat merekrut PDIP.

"Kalau berhasil merekrut PDIP mungkin ada pengurangan-pengurangan jatah, tak hanya dari PKS, dari partai-partai lain juga, bahkan dari Partai Demokrat sendiri juga akan dikurangi," jelasnya.

Sedangkan Gerindra, dia menilai bukan jadi target utama untuk diajak bergabung. Selain PDI Perjuangan, Rohim menambahkan, Partai Demokrat juga kemungkinan sedang mendekati Ormas Islam, NU dan Muhammadiyah. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA