Pertama, Ketua MPP PAN Amien Rais menjagokan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. Meski hal itu dianulir oleh Hatta sendiri. Kedua, Partai Golkar, melalui salah satu ketuanya, Firman Subagyo, mengatakan Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie bakal menjadi calon presiden 2014 mendatang. Sama dengan Hatta, Ical juga membantah.
Tapi, terlepas dari itu semua, publik patut bertanya. Kenapa partai-partai ini sudah mulai bicara capres, padahal usia kabinet baru berumur satu tahun.
Pengamat politik Boni Hargens memiliki dua alasan kenapa partai-partai tersebut ngotot bicara capres sejak dini. Pertama, dia menjelaskan, pada pemilu 2014 mendatang ada ruang kosong yang luar biasa. Pada saat itu tidak ada figur yang lebih menonjol.
"SBY tidak mungkin maju lagi. Kecuali dia amandemen UUD. Kalau dari Demokrat yang kemungkinan yang akan maju, Marzuki Alie, Anas Urbaningrum, atau Ani Yudhoyono," sebut Boni saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 17/10).
Selain itu, Boni melanjutkan, PDI Perjuangan tidak akan mencalonkan kadernya sendiri. Karena, Megawati Sokarnopurti sudah terlalu tua sedangkan anaknya, Puan Maharani masih terlalu muda. Makanya, dia yakin, PDI Perjuangan pasti akan bergabung dengan partai lain untuk mengambil posisi wakil presiden.
"Kalau Gerindra, masih mencalonkan Prabowo dan dia akan menjadi saingan tersulit bagi calon lain. Wiranto (Ketua Umum Hanura) juga sulit untuk maju lagi," lanjutnya.
Karena ketiadaan figur itulah, dia mengatakan, PAN, Golkar, dan PKS memiliki kans untuk memajukan kader sendiri. Makanya, Ical mengambil peluang itu. Salah satunya dengan cara menyalahkan Setgab tidak mengapresiasi masukan Golkar. Menurutnya, hal itu akan jadi alasan saat Golkar akan keluar dari Setgab.
Hatta juga demikian. Dia mengatakan, PAN telah menyiapkan atau mewacanakan konfederasi partai. Dan wacana itu dibekap oleh pendiri partai, Amin Rais.
Yang kedua, dia menilai, keluarnya wacana Ical dan Hatta bakal jadi calon presiden, menunjukkan Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah tidak harmonis. Pembentukan Setgab hanya dipaksakan. Partai politik ingin mendapat tumpangan di pemerintah. Sedangkan, Partai Demokrat ingin mengamankan SBY sampai 2014.
Makanya, dia yakin, Setgab akan pecah sebelum 2014. Pertama PAN bisa saja keluar karena akan mencalonkan Hatta Rajasa dan tidak senang dengan Golkar. Begitu juga dengan Golkar.
[zul]