Caranya, sebut Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia, Tom Pasaribu, Pimpinan DPR memanggil pimpinan komisi dan pimpinan fraksi untuk menjelaskan duduk persoalan yang menjadi perdebatan.
Hal itu dikatakan Tom terkait saling serang pimpinan DPR dengan komisi III DPR terkait pertemuan pimpinan DPR dengan calon Kapolri Komjen Timur Pradopo pada Rabu lalu.
Karena itu Tom menyesalkan perang terbuka antara dua kelompok itu. Bahkan, keduanya saling sebut kata 'lebay' untuk menggambarkan sosok 'lawannya.'
"Ini menunjukkan cara berpolitik anggota dewan kita tidak sehat. Mestinya kan tidak saling serang. Cukup dibicarakan secara internal," saran Tom lagi saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 9/10).
Meski, Tom mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh pimpinan DPR itu belum pernah terjadi sebelumnya. Tentu pertemuan itu akan menimbulkan kecurigaan. Karena
fit and propes test belum digelar.
[zul]
BERITA TERKAIT: