Demikian dikatakan salah satu penandatangan, Martin Hutabarat, anggota Fraksi Gerindra kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 8/10).
Martin menegaskan, surat protes sebagai peringatan kepada pimpinan DPR untuk tidak melakukan hal yang sama ke depan. Karena sebelumya juga tidak pernah pimpinan DPR bertemu dengan calon sebelum uji kelayakan digelar. Dia kuatir pertemuan itu bisa mengganjal pencalonan Komjen Timur. Karena publik akan menilai macam-macam berhubung pertemuannya berlangsung tertutup.
"Kalau sudah selesai
fit and proper test mau silaturrahmi tidak masalah, itu bagus. Tapi jangan sekarang," tegasnya sambil menegaskan pada saat
fit and proper nanti dirinya akan menanyakan isi pertemuan itu kepada Komjen Timur.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: