Demikian disampaikan oleh Ketua Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu saat mengomentari utang pemerintah Indonesian sampai periode Januari-September 2010 yang tercatat sebesar Rp 1.653,59 triliun.
"Pemerintah masih memakai paradigma utang untuk pembangunan. Penyerapan pinjaman-pinjaman baru tidak jelas. Kacaunya, pemerintah hanya menggunakan utang baru untuk menutupi atau membayar utang-utang lama. Itu hanya untuk membayar cicilan dan bunga pokok hutang lama. Resiko pembayaran utang tahun ini saja sebesar 237 triliun," jelasnya.
Dani membuktikan, saat ini masih ada US$ 16 miliar utang yang belum dicairkan pemerintah dari negara-negara atau lembaga pemberi pinjaman.
"Pemerintah harus berani melakukan moratorium utang baru. Lakukan negosiasi dengan kreditor. Sebab jika tidak, jika siklus utang untuk utang terus dipelihara, saya kira lima tahun kedepan ekonomi kita akan collapse. Rakyat semakin miskin, proteksi rakyat semakin tidak ada," pungkasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: