Karena sebagai partai politik, dengan cara itu, PKS ingin membangun citranya sebagai partai yang moderat setelah selama ini dipersepsikan sebagai partai yang konservatif dalam hal keberagamaan.
"Itu sah-sah saja dilakukan. Karena dia bekerja untuk kepentingan citra partainya. Kalau moderat dalam hal politik, ya PKS moderat. Artinya memiliki banyak cara untuk membangun partai," ujar Direktur Program Center for Moderate Moslim David Krisna Alka kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/10).
Tetapi secara ideologis, David masih mempertanyakan kemoderatan PKS. Hal ini melihat dari sikap dan respons PKS terhadap isu-isu kemajemukan yang ada di Indonesia.
"PKS termasuk partai yang mendorong beberapa peraturan daerah yang berbau syariah. PKS tidak pernah menyampaikan dukungan kepada kelompok-kelompok minoritas, Ahmadiyah, misalnya," ucap David.
Pada pertemuan dengan tokoh Muhammadiyah di Jawa Tengah, awal bulan lalu, Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa PKS, Muhammadiyah, dan NU merupakan sama-sama organisasi mainstream Islam moderat yang ada di Indonesia. Untuk itu, PKS mengajak kedua organisasi Islam itu menggelar kongres pemikiran Islam. Muhammadiyah, kata Anis saat itu, telah menyepakati usulan tersebut dan akan dibahas di internal Muhammadiyah.
[zul]
BERITA TERKAIT: