Bagaimana tanggapan Partai Demokrat sebegai partai pemerintah?"Memang kondisi terakhir demikian, artinya Golkar berani minus sampai 2,3 persen. Itu bisa, namun itu harus ditutup dengan surat utang," jawab politisi Demokrat, Achsanul Qosasih saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online semalam.
Namun sayangnya, lanjut Achsanul permintaan Golkar itu dibarengi dengan permintaan agar defisit anggaran tidak ditutup dari utang.
"Mereka katakan tidak boleh hutang," ujar wakil ketua komisi XI DPR RI itu.
"Soal defisit itu soal kebijakan. Kalau berani defisit besar, ya asal pertumbuhannya lebih baik. Kalau Demokrat, yang penting anggaran untuk infrastrukturnya besar walaupun defisitnya diperbesar tidak masalah," imbuhnya.
Bagi pemerintah, sebut anggota Komisi XI ini, APBN 2011 sudah diarahkan untuk infrasturktur dan pembangunan daerah. Makanya, pemerintah sudah mengalokasikan 70 persen APBN untuk diarahkan ke daerah.
"Sebenarnya defisit APBN adalah 115,7 triliun atau 1,7 persen PDB (produk domestik bruto). Sementara kita sudah lihat utang kita sudah 26,8 persen. Memang masih aman, tapi defisit anggaran sebesar itu sudah masuk ke 11 prioritas pembangunan nasional dalam APBN," pungkas Achsanul.
Sebelumnya, Partai Golkar meminta pemerintah menambah anggaran tahun 2011 untuk tiga sektor, yakni untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Tim Densus 88 Mabes Polri dan untuk sektor Pertahanan.
Dari alokasi anggaran sebesar 1,9 miliar untuk PNPM, partai berlambang pohon beringin itu meminta ditambah menjadi Rp 2,4 miliar. Sementara untuk Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri ditambah menjadi Rp 60 miliar dari jumlah alokasi Rp 9 miliar.
Dari mana dananya diambil? Sementara kita tahu pemerintah sudah menyampaikan bahwa tahun 2011 RAPBN akan mengalami defisit sebesar Rp 115,7 triliun atau sekitar 1,7 persen.
"(Dananya dari) ya dengan menjual surat utang negara di dalam negeri. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) kita masih ada 200 triliun," tegas ketua Umum DPP Partai Golkar, Abu rizal Bakrie kepada wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta kemarin (27/9).
Ical, sapaan akrabnya, meminta agar pemerintah bisa menambah anggaran dalam RABN tahun 2011. Defisit anggarannya harus ditambah menjadi 2,1 persen.
"Kita bisa pertahankan defisit anggarannya di 2,1 persen. Jangan takut Malaysia saja 6 persen," pungkasnya menjawab pertanyaan wartawan.
[zul]
BERITA TERKAIT: