"Tentu proses ini memiliki urgensi. Khusus Kapolri sekarang sedang saya fokuskan, setelah Lebaran akan diserahkan pada DPR," kata SBY usai acara buka puasa bersama pimpinan media massa nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu malam (8/9).
Berkaitan dengan itu, Indonesia Police Watch, kepada
Rakyat Merdeka Online, mengatakan, sebaiknya SBY menyerahkan hanya satu nama calon Kapolri ke DPR untuk menjalani uji kelayakan.
"Dengan situasi politik sekarang ini, melihat tingkah laku politisi sekarang ini, sebaiknya satu nama karena lebih dari satu nama, akan menjadi politik dagang sapi di kalangan DPR," ujar Ketua Presidium IPW, Neta Pane, saat dihubungi sesaat lalu.
Bukan mustasil pula, lanjut Neta, kalau SBY mengajukan lebih dari satu calon, akan ada adu domba politik antara para calon, sehingga setelah pemilihan Kapolri usai akan terjadi konflik antara kubu A dan B.
"Syaratnya, satu orang calon itu calon gambarkan soliditas internal Polri. Kalau di internal tak solid, akan berbahaya juga," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: