Kapolri Baru Diminta Ngaca Diri Sebelum Nilai Kinerja Ormas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 08 September 2010, 09:51 WIB
Kapolri Baru Diminta Ngaca Diri Sebelum Nilai Kinerja Ormas
Imbauan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri agar Front Pembela Islam dibubarkan karena kerap melakukan aksi kekerasan di tengah masyarakat terus diprotes petinggi FPI.

"Stetement itu contoh bahwa Kapolri tidak independen, tapi ikut-ikut main politik menyuarakan aspirasi kaum liberal dan LSM-LSM yang didanai Amerika. Itu bukti kalau dia (Kapolri) tidak menegakkan hukum dengan benar. Kalau misalnya ada yang salah, ya ditindak saja," tegas Sekjen Front Pembela Islam Muhammad Sobri Lubis saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Rabu, 8/9).

Untuk itu, Sobri meminta Kapolri mendatang mengaca diri terlebih dahulu sebelum menilai organisasi lain. Hal itu tidak dilakukan Jenderal BHD. Karena, Sobri mengatakan, banyak anggota Polri melakukan tindak kejahatan.

"Banyak anggotanya yang jadi pemerkosa, rekayasa hukum dan korupsi seperti dalam kasus Gayus Tambunan. Anggota Polri juga ada yang menganiaya masyarakat. Mestinya itu dulu yang dinilai dan dikoreksi. FPI sendiri tidak pernah korupsi dan menganiaya masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, jika Polri tidak mau melakukan koreksi dan perubahan, kerusuhan akan terjadi dimana-mana. Karena masyarakat sendiri sudah kehilangan kepercayaan kepada Polri disebabkan martabat Polri telah runtuh karena ulah anggotanya sendiri. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA