BURSA KAPOLRI

Dua Pesan FPI, Tegakkan Hukum dan Tidak Rekayasa Kasus

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 08 September 2010, 08:51 WIB
Dua Pesan FPI, Tegakkan Hukum dan Tidak Rekayasa Kasus
RMOL. Ada dua tugas utama kepala Kepolisian Republik Indonesia pada masa mendatang. Dua tugas tersebut adalah menegakkan hukum secara konsisten dan tidak melakukan rekayasa kasus.

Demikian diungkapan Sekjen Front Pembela Islam Muhammad Sobri Lubis kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 8/9) menanggapi bursa calon pengganti Jendera Bambang Herdarso Danuri yang akan segera pensiun pada Oktober mendatang.

Hal itu ia katakan, karena dua hal tersebut absen pada masa kepemimpinan Jenderal BHD. Menurutnya, selama ini penegakan hukum terhadap aparatnya sendiri dan kepada pimpinan tidak dilakukan dengan tegas dan terbuka.

"Kalau misalnya, ada kasus anak-anak ataupun keluarga dari kerabat atau aparat kepolisian sendiri, tidak diselesaikan dengan baik-baik. Buktinya, kasus rekening gendut milik sejumlah jenderal tidak jelas ujungnya," ungkap Sobri.

Sedangkan untuk rekayasa kasus, salah satunya dia mencontohkan penyergapan teroris yang ada di Aceh. Pada kasus tersebut, dia menilai Polri telah melakukan rekayasa. Pasalnya, jelas Sobri, Sofyan Sauri yang merupakan bekas anggota Polri lah yang melatih anak-anak muda Islam tersebut.

"Setelah itu dituduh umat Islam mau melakukan teror. Padahal anggota Polri sendiri yang melatihnya dan sampai saat ini tidak jelas penanganan hukum Sofyan Sauri ini," sebutnya.

Apakah FPI akan mendukung salah satu calon?

"Kami nggak ada ya. Cuma yang jelas itu saja pesannya. Dan jangan jadi antek Amerika dan penguasa," jawabnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA