Yaitu, pada masa Indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno. Saat ini Bung Karno mendeklarasikan gerakan non blok bersama negara-negara lain sebagai blok alternatif disamping blok barat dan blok timur kala itu.
"Seokarno hidup dalam era perang dingin
(cold war), sehingga menawarkan pilihan alternatif, yaitu jalan non blok," ujar Hendrawan Supratikno kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 6/9).
Beda dengan Bung Karno yang hidup di zaman
cold war, SBY memimpin Indonesia di era damai yang panas atau
peace hot. Zaman
peace hot ini ditandai dengan perang perdagangan antar blok
state capitalisme dan
market capitalisme.
Di zaman
peace hot ini, Hendrawan tak yakin SBY mampu menyamai torehan Bung Karno yang menjadikan Indonesia sebagai perancang gerakan non blok di masa
cold war. Pasalnya, SBY sendiri tidak konsisten menerapkan amanah konstitusi dalam bidang perekonomian, yaitu ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan.
"Kita belum punya modal pembangunan yang ditawarkan, karena belum sepenuhnya menerapkan amanat konstitusi," jelas anggota komisi VI DPR ini.
[zul]