“Saya berharap Presiden hanya mengirimkan satu nama, tidak dua atau tiga. Selesaikan dulu proses seleksi di tingkat presiden. Setelah itu, Presiden mengirimkan satu nama terbaik atau ideal menurut presiden. Karena yang terbaik dan ideal itu hanya satu orang,” ujar anggota Komisi III Ahmad Rubaie kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 5/9).
Setelah menerima satu nama, lanjut Wakil Ketua Fraksi PAN ini, Komisi III DPR hanya berkonsentrasi membedah visi, misi, dan obesesi kandidat tersebut. DPR ingin mengetahui bagaimana kapabilitas dan
leadership sang calon.
“Kami akan bongkar isi otaknya. Apa obsesi dia setelah jadi Kapolri. Kami juga akan mencari calon yang lebih baik dari BHD. Itu permintaan BHD sendiri. Apalagi saat ini Polri memiliki banyak tantangan. Salah satu contohnya, kasus kerusuhan Buol, tak boleh lagi terulang. Polisi harus betul-betul bisa jadi pengayom dan pelindung masyarakat,” jelasnya.
Namun, dia menambahkan, jika memang calon yang direkomendasikan Presiden itu tidak
fit dan tidak
proper, DPR tentu saja akan menolak calon tersebut. DPR kemudian meminta Presiden untuk mengirimkan nama baru lagi. Terkait dengan proses pemilihan ini, dia memastikan, DPR akan bekerja secara profesional tidak ada politisisasi seperti yang dikuatirkan Presiden beberapa waktu lalu.
[zul]
BERITA TERKAIT: